Kamis, 04 Juni 2015

Pertemuan 4 - Belajar lebih mendalam di kehdupan Opa dan Oma

Nama : Kelvin Christian
NIM : 1801390750
Kelas : LB66
Hari / tanggal : Kamis,21 mei 2015
Nama Dosen : Drs.Ade Fadli Fachrul
Kode Dosen :D1987

Pada pertemuan kali ini atau yang terakhirnya untuk di tugas Community service di mata kuliah CB Kewarganegaraan. Pada pertemuan ini kami kembali mewawancarai beberapa Opa dan Oma. Kali ini kami mewawancarai oma Irene dan oma Herawati. Pertama-tama kami mewawancarai oma Herawati, oma Herawati ini telah berusia 78 tahun. Kegiatan sehari - hari oma adalah duduk duduk karena sudah kurang bisa beraktivitas akibat sudah lanjut usia .Sebelum oma tinggal di sini, ia tinggal bersama-sama dengan anaknya. Oma mempunyai 5 anak laki-laki dan 1 anak perempuan. Diantara anak-anaknya, yang paling sering hadir untuk menjenguk adalah anaknya yang laki-laki. Saat anaknya menjenguk biasanya akan membawakan makanan serta berbagi keceriaan untuk oma Heriawati. Makanan kesukaan oma adalah nasi uduk dan kue. Hal yang paling oma suka adalah ketika makan bersama anak-anak yang dikasihinya. 




Selanjutnya kami mewawancarai oma Irene,usianya 60 tahun. Saat kami mewawancarai oma Irene,ia lebih sering menceritakan kisah hidupnya seperti mamanya yang tinggal di prancis sekarang. Ia sangat merindukan ibunya yang ada di Prancis dan menyayangi ibunya. Rencananya mama dari oma ini akan pulang ke Indonesia bulang desember mendatang.Ia juga ingin tinggal bersama dengan mamanya bukan di panti.Saat kami menanyakan tentang kenyaman di panti tersebut, oma menjawab bahwa ia tidak terlalu senang untuk tinggal di panti tetapi ia berusaha untuk membuat dirinya nyaman. Ia sebenarnya lebih ingin tinggal di rumah bersama anak-anaknya. Kegiatan yang oma ini lakukan setiap harinya adalah hanya duduk-duduk, menonton tv, dan berkeliling di area panti. Oma masih sering dikunjungi anaknya yang datang 2 bulan sekali. Untuk mengisi waktu luangnya, ia suka mengikuti kebaktian disana. 




Pada pertemuan kali ini,saya mendapatkan pelajaran bahwa hidup tidak akan selalu sesuai dengan apa yang kita ingin kan, bisa kita analogikan seperti roda. Kadang diatas dan kadang di bawah. Semua hal ini telah mereka rasakan dan mereka tetap tegar dalam menghadapi semua masalah.

Motivasi saya di pertemuan kali ini adalah walaupun saya sedang merasa posisi saya di bawah maupun diatas. Tetaplah bersyukur atas apa yang telah diberikan Tuhan kepada kita dan hidup kita akan lebih tenang dan bermakna walaupun seribu masalah datang menerpa kita.

Selasa, 02 Juni 2015

Pertemuan 3 - Waktu adalah bukanlah Materi akan tetapi Waktu adalah Kebahagiaan

Nama : Kelvin Christian
Kelas : LB66
NIM : 1801390750
Hari / tanggal : Rabu, 13 May 2015
Nama Dosen : Ade Fadli Fachrul
Kode Dosen : D1987

Pada pertemuan kali ini, kami dari kelompok 5 di mata kuliah CB Kewarganegaraan, untuk mengerjakan tugas Community service kami. Pada kegiatan kali ini, kami membuat acara untuk membuat acara untuk menghibur opa dan oma yang di panti. Acara ini kami selenggarakan tidak sendiri, akant tetapi kami bergabung dengan kelompok komunitas sosial lain juga. Acara ini dimulaipada pukul 09.00 - 12.30 WIB. Pada saat kami data dan mempersiapkan barang-barang untuk keperluan acara ini, terlihat opa dan oma sangat antusias dan tidak bersabar lagi untuk melihat acara yang kami buat. Acara kami didominasi oleh oma opa yang sangat senang untuk menyanyikan lagu-lagu rohani.




Kami sangat senang bisa disambut hangat oleh oma dan opa yang ada di panti. Bahkan ketua panti pun sangat mendukung acara kami yang kami buat ini. Opa dan oma ini sangat bersemangat ketika kami memberikan hadiah kenang-kenangan untuk opa dan oma yang telah ikut bernyanyi.Untuk  menutup acara kami, kami juga membagi beberapa bingkisan dan keperluan sembako untuk keperluan panti.





Dari pertemuan ini saya mendapatkan banyak ilmu adalah kebahagiaan bukan dari materi melainkan bagaimana kita mensyukuri yang telah diberikan oleh Sang Pencipta. Kebahagiaan opa dan oma yang telah berkurang dari anak-anaknya sehingga mereka harus melawan semua kesedihan mereka. Mereka bisa tetap tegar di panti ini karena mereka selalu bersyukur atas karunia Tuhan yang diberikan kepada mereka. Walaupun bukan dari anak-anak mereka, akan tetapi masih banyak kebahagiaan yang mereka dapat di panti dari orang-orang yang peduli dengan sesama makhluk ciptaan Sang Pencipta.

Motivasi saya dari pertemuan ini adalah saya haru lebih bisa membanggakan kedua orang tua saya, semua masalah bisa kita atasi seperti di masa perkuliahan ini, saya harus tetap bersykur karena dengan adanya masalah, karena di sini lah kita diuji kekuatan kita seperti opa dan oma yang ada di panti,akan tetapi mereka dapat melewati semua itu dan Tuhan akan selalu memberikan kebahagiaan kepada mereka dengan cara lain. Jadi,kita sebagai generasi muda harus lebih sabar dan dengan senyuman dalam menghadapi semua hal masalah yang terjadi kepada kita.

Pertemuan 2 - Belajar Dari Kehidupan Opa dan Oma

Nama: Kelvin Chrtistian
NIM : 1801390750
Kelas : LB66
Hari/tanggal : Kamis, 7 Mei 2015
Nama Dosen : Drs. Ade Fadli Fachrul
Kode Dosen : D1987

Pada kesempatan ini, kami pergi berkunjung ke panti untuk yang kedua kalinya. Ketika kami sampai di panti. Kami bertemu oma yang senang melihat kedatangan kami yaitu, oma sumini. Oma sumini sendiri sangat ramah ketika kami hendak mewawancarainya. Oma sumini sudah berusia  89 tahun  dan masih terlihat sangat baik di usianya sekarang. Kegiatan sehari-hari oma sumini tidak begitu banyak, oma sumini hanya mengisi kegiatannya untuk kebaktian saja.  Disela-sela perbincangan kami, Oma Sumini juga bercerita dimana ia membayar sendiri uang untuk tinggal di panti tersebut sejumlah Rp. 790.000 untuk 1 bulan namun ia selalu membayar per tahun. Oma juga bercerita bahwa seiring berjalannya waktu ini, uang pangkal untuk masuk ke panti tersebut menjadi mahal yaitu sebesar Rp. 850.000 padahal sewaktu ia masuk, ia hanya membayar sebesar Rp. 250.000 untuk uang pangkalnya. Setelah itu oma juga bercerita bahwa setiap hari ia kurang suka untuk makan nasi tetapi lebih suka hanya memakan sayur yaitu caisim dan minum teh pahit cap botol. Oma juga kurang suka dengan gossip dan lagu. Ia lebih suka berdoa kepada Tuhan serta mengucap syukur setiap harinya. Oma Sumini adalah sosok oma yang sangat ceria dan menikmati hidupnya tanpa membawa masalah untuk dibawa-bawa ke dalam pikiran. Ia pun berkata kepada kami untuk belajar dengan giat agar kelak menjadi orang yang berguna.




 Selanjutnya kami mewawancarai opa benny, yang bisa disapa oleh orang panti itu Opa Gaul. Dari nama panggilannya saja, pastinya opa ini suka melawak n mudah bergaul dengan yang lain.Opa sangat suka bercanda serta melawak untuk mengisi waktu dia sehari-hari. Opa Benny lahir pada tahun 1936 sehingga pada tahun ini berusia 79 tahun. Kami sangat senang ketika opa menceritakan berbagai macam pengalaman hidupnya. Opa bercerita bahwa ia keturuan orang Tionghoa. Opa memiliki marga hokkian yaitu Khow dan marga mandarin yaitu Xi. Opa lahir di Jakarta dan sebelumnya tinggal di Pasar Baroe tepatnya di Kampung Karang Anyar yang pernah terbakar sebelumnya. Jika ditanya tentang hobby, opa langsung menyebutkan dan menceritakan hobi tersebut. Hobby opa antara lain, melawak,sepak bola, mendengarkan musik dan melukis. Dari semua hobi opa benny ini, kami diajarkan ketika kita mempunyai sebuah kesukaan atau impian. Berusaha lah semaksimal mungkin, agar semua impian kita bisa tercapai.Opa benny merupakan anak ke-8 dari 8 bersaudara. Latar belakang pendidikannya, dulu sekolah Mandarin, SD dan SMP di Xin Hua di tepekong  (pada masanya, ini merupakan sekolah favorit). Lalu melanjutkan  SMA di Hua Cung dengan alasan sekolahnya besar dan ada lapangan sepak bola. Ada teman dari SMP nya sekitar  7 orang yang masuk di SMA Hua Cung tersebut. Alasan Opa Benny ingin tinggal di panti adalah karena diajak oleh teman semasa kecilnya serta ingin mendapatkan kebebasan untuk pergi berjalan-jalan tanpa harus diatur-atur.




Pelajaran yang saya dapatkan dari pertemuan ke-2 ini adalah kita sebagai remaja yang akan memajukan negeri haruslah belajar dengan giat untuk masa depan bangsa. Di saat remaja ini penting juga bagi kita untuk tetap bergaul dengan orang yang benar dan jangan lupa untuk selalu menjaga orangtua kita yang selalu mengasihi kita sejak kita terlahir di dunia ini. Kita harus menghormati orangtua kita dengan cara mengembangkan kemampuan kita serta berprestasi dan membuat bangga orangtua kita atas apa yang kita lakukan sebagai ucapan terimakasih kepada orangtua kita yang sudah berkerja keras mencari uang untuk menghidupkan kita selaku anak-anaknya.


Motivasi saya kepada opa oma adalah “Tawa adalah matahari yang menyingkirkan musim dingin dari wajah manusia”. Makusdnya adalah dimana apabila kita merasa sendiri dan sepi, hendaklah kita tetap untuk memberikan tawa kepada dunia agar kita maupun lawan bicara kita selalu merasa bahagia dalam melewati kehidupan ini. Mungkin opa oma terkadang merasa sendiri karena anak saudara maupun keluarga belum sempat berkunjung, tetapi kita harus tetap ceria, apabila nanti ada yang berkunjung tetap tanamkanlah tawa agar  bersinar canda tawa serta kegembiraan selalu dan jadikan waktu adalah kebahagiaan bukan uang.

Pertemuan 1 - Kunjungan kami dan melihat kegiatan-kmegiata opa dan oma di panti

Nama : Kelvin Chrtistian
NIM : 1801390750
Kelas : LB66
Hari/tanggal : Kamis, 30 April 2015
Nama Dosen : Drs. Ade Fadli Fachrul
Kode Dosen : D1987

Sebelum saya membuat laporan TFI, saya mau meminta maaf terlebih dahulu atas laporan saya yang agak terlmbt. Kami melakukan kegiatan ini sudah sebulan yang lalu, dikarenakan saya banyasmpk tugas kuliah dan di luar kampus. Saya baru sempat untuk mengerjakan tugas ini, dan saya akan membuat semua laporan ini sampai besok .
Pada pertemuan yang pertama ini, saya dan teman-teman kelompok 5 di mata kuliah CB kewarnegaraan. Kami telah mengambil keputusan untuk pergi mengunjungi Panti Jompo yang bernama Panti Werdha Wisma Mulia. Alasan kami untuk mengunjungi Panti Jompo ini yaitu,kami ingin lebih tau kehidupan opa dan oma. Panti jompo juga menjadi pilihan kami, karena jarak yang tidak begitu jauh dari kampus dan akses jalan kesana juga tidak susah untuk dicari serta kami juga sama-sama mempunyai jiwa kepedulian terhadap opa oma yang ada di panti jompo dan kami juga ingin lebih tau kenapa mereka bisa ditempatkan di Panti Jompo. Panti Jompo sendiri sangat cocok untuk dijadikan tugas proyek kami untuk mata kuliah CB kewarnegaraan ini, karena mata kuliah ini sendiri,kami mendapatkan ilmu untuk saling melindungi dan membantu terhadap sesama warga negara. Panti ini juga memiliki banyak kegiatan yang sudah disediakan oleh pengurus panti disana agar opa dan oma yang ada di panti tidak merasa jenuh melainkan mendapatkan keceriaan disetiap harinya di hari tuanya.  Suasana yang ada di panti pun sangat nyaman dengan banyaknya pohon disekitar panti sehingga kami merasakan kesejukan yang ada di panti.
Ini adalah anggota kelompok kami, 

                                                Chanda Lestari             Agnes Yurita




    
                                       dari kiri ke kanan : gandhi,karel,kelvin,fadhlan dan william


Pada pertemuan pertama ini kami mewawancarai oma Aeing. Oma Aeing saat ini berumur 80 tahun. Ketika kami mewawancarainya, terlihat kondisi fisiknya yang cukup baik namun harus selalu berada di kursi roda untuk membantu oma Aeing dalam berjalan. Kegiatan sehari-hari oma adalah hanya duduk-duduk dikarenakan sudah tidak banyak aktivitas yang bisa ia lakukan. Ketika kami wawancarai terlihat ia memiliki sejumlah masalah yang tidak dapat dibagikan kepada kami. Oma ini sangat suka untuk berjualan, khususnya nasi uduk, soto ayam, dan soto sapi. Oma juga bercerita bahwa dirinya sudah tidak bisa lagi untuk melakukan kegiatan di masa mudanya untuk masalah merapikan ruangan-ruangan seperti mengepel lantai dan menyapu. Oma juga tidak suka untuk mengobrol, ia lebih sering menghabiskan kehidupan dia dengan menyendiri.


Saat mewawancarai oma Aeing                         
                          Dari pertemuan pertama ini saya dan teman-teman yang lain mendapatkan ilmu tentang artinya kasing sayang orang tua. Kita sebagai anak harui membalas budi atas jasa orang tua kita yang begitu tulus merawat dan membesarkan kita sampai sekarang. Hendaknya kita tidak melepas orang tua saya di panti jompo, seharusnya kita membalas budi jasa mereka dan mebahagiakan di hari tua mereka.

Motivasi saya dari pertemuan pertama ini adalah saya lebih harus menyayangi kedua orang tua saya dan berusaha membahagiakan mereka, jika bukan anaknya siapa lagi yang mebahagiakan mereka. Semoga masalah seperti ini akan semakin berkurang dan semua orang tua dapat merasakan kebahagiaan yang diberikan dari anaknya atas wujud terima anaknya kepada orang tuanya.